Home » Islampedia » Tata Cara Lakasana Shalat Idul Fitri 445 H, Lengkap dengan Niat untuk Imam dan Makmum

Tata Cara Lakasana Shalat Idul Fitri 445 H, Lengkap dengan Niat untuk Imam dan Makmum

Hari Raya Idul Fitri 1445 H akan segera tiba, dan menjadi pertanda selesainya ibadah puasa di bulan tahun 2024 ini.

Mengutip dari kemenag.go.id, perayaan Hari Raya Idul Fitri akan dilaksanakan pada tanggal 10-11 April 2024.

Pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, umumnya umat muslim akan melaksanakan Shalat Idul Fitri.

Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri merupakan salat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Fitri atau pada tanggal 1 Syawal.

Dilansir Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, shalat Idul Fitri dimulai dari terbit matahari sampai tergelincirnya matahari.

Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah untuk dikerjakan oleh umat Islam.

Artinya setiap umat Islam boleh mengerjakannya sendirian ataupun sebaiknya dilakukan berjama’ah.

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Panduan tata cara pelaksanaan Shalat Idul Fitri ini dikutip dari Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap:

1. Disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Salat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

3. Sebaiknya umat muslim juga membaca niat salat idul fitri terlebih dahulu.

4. Kemudian membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Lalu membaca Doa Iftitah.

6. Berikutnya membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca secara pelan (sirr):

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar
Artinya:

Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

7. Membaca surat al-Fatihah, dan diteruskan membaca surat pendek yang dihafal dari Alquran.

Disunnahkan membaca surat Qaf atau surat al-A’laa.

8. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca secara pelan (sirr):

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar

Artinya:

Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

10. Membaca surat al-Fatihah, diteruskan membaca surat pendek yang dihafal, disunnahkan surat al-Ghasyiyah.

11. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, tahiyyat dan diakhiri salam.

12. setelah alam, umat Islam disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Niat Salat Idul Fitri sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan ‘iidil fithri rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa
Artinya:

Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.

Niat Salat Idul Fitri sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan ‘iidil fithri rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa
Artinya:

Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala.***

x

Check Also

Pentingnya Menabung Menurut Al Quran Sebagai Teladan Bagi Umat Islam

Dalam ayat – ayat Al Quran, Allah SWT telah mengajarkan kepada umat Islam betapa pentingnya semangat menabung. ...