Apple Cetak Sejarah Baru Berkat Lonjakan Penjualan iPhone

Teknologi2 Views

Apple Inc. mencatatkan prestasi luar biasa dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026. Produk andalannya, iPhone, mencetak rekor penjualan tertinggi sepanjang masa, menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan perusahaan sekaligus melampaui ekspektasi pasar global.

Dalam pengumuman hasil keuangan yang dirilis Kamis (29/1/2026), Apple melaporkan total pendapatan kuartalan mencapai 143,8 miliar dolar AS, meningkat sekitar 16 persen secara tahunan dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari angka tersebut, penjualan iPhone memberikan kontribusi terbesar dengan capaian sekitar 85,3 miliar dolar AS, atau tumbuh lebih dari 20 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

CEO Apple, Tim Cook, menyebut lonjakan permintaan iPhone sebagai faktor kunci di balik pencapaian terbaru ini. Menurutnya, rekor ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan di semua segmen geografis — termasuk pasar besar seperti Tiongkok, Amerika, Eropa, dan Asia Selatan.

“Permintaan iPhone pada kuartal ini benar-benar luar biasa, melampaui semua rekor sebelumnya di berbagai pasar dunia,” ujar Cook dalam konferensi pendapatan perusahaan dengan investor.

Pertumbuhan permintaan yang paling signifikan terlihat di Greater China — yang mencakup China Daratan, Hong Kong, Makau, dan Taiwan — di mana pendapatan naik hingga 38 persen dibanding tahun lalu. Lonjakan kuat di China mencerminkan antusiasme tinggi konsumen terhadap seri iPhone terbaru, khususnya iPhone 17.

Selain China, pasar India juga mencatat rekor pertumbuhan penjualan iPhone, menjadikannya salah satu pasar penting dalam strategi ekspansi Apple.

Tidak hanya iPhone, segmen layanan digital (Services) Apple mencatat rekor pendapatan baru, tumbuh sekitar 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan ini mencakup layanan seperti App Store, iCloud, Apple Music, dan Apple TV+.

Sementara itu, beberapa lini perangkat lain menunjukkan tren berbeda. Penjualan Mac dan perangkat wearables seperti Apple Watch sedikit tertekan atau stagnan, kemungkinan terdampak persaingan di pasar gadget dan isu pasokan komponen.

Apple melaporkan bahwa saat ini mereka memiliki lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia. Ini menunjukkan loyalitas tinggi dari pengguna Apple dan memberikan potensi pendapatan berkelanjutan dari ekosistem layanan digital perusahaan.

Reaksi Pasar dan Prospek Ke Depan

Hasil kuartalan yang melebihi ekspektasi analis Wall Street membuat saham Apple mengalami apresiasi dalam perdagangan setelah jam bursa. Para pengamat pasar menyambut positif momentum ini, namun tetap menyoroti tantangan di sektor komponen dan rantai pasokan yang bisa mempengaruhi pertumbuhan pada kuartal berikutnya.

Dengan pencapaian terbaru ini, Apple mempertegas posisinya sebagai salah satu produsen smartphone paling berpengaruh di dunia, sekaligus menunjukkan bahwa iPhone tetap menjadi mesin utama pertumbuhan perusahaan di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat.