Home » Ekonomi Bisnis » Harga Pertamax dan Dexlite Alami Kenaikan

Harga Pertamax dan Dexlite Alami Kenaikan

PT Pertamina (Persero) Cabang Ambon menjelaskan, harga Bahan Bakar Minyak kini telah alami kenaikan. Namun kenaikan ini hanya diperuntukan bagi BBM jenis Pertamax dan Dexlite.

Untuk Pertamax mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 9.900/liter naik menjadi Rp.10.250/liter, sedangkan untuk solar Dexlite sebelumnya Rp 7.950/liter alami kenaikan menjadi Rp 8.550/liter.

“Jadi kita untuk BBM itu, ada dua jenis yakni BBM khusus dan subsidi dari pemerintah. Yang naik itu adalah BBM khusus yang tidak disubsidi dari pemerintah dalam hal ini untuk Maluku adalah Pertamax dan Dexlite. BBM ini sudah naik secara nasional sejak 24 Februari kemarin,” jelas General Manager PT Pertamina Cabang Ambon Tiara Desofi kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (5/3).

Menurutnya, kenaikan BBM ini hanya untuk dua jenis tersebut, sedangkan untuk jenis BBM lainnya  harganya masih dalam kondisi normal.

“Hanya dua itu saja yang naik. Memang kita punya BBM khusus seperti Pertalite namun harganya masih normal sama seperti jenis BBM lainnya,”ujarnya.

Menurutnya, jenis BBM tersebut hanya diperuntukan untuk kendaraan kontraktur dan masyarakat kalangan menengah atas, walaupun ada juga masyarakat biasa yang menggunakan kedua jenis BBM ini.

“Untuk Maluku bukan saja mereka yang mampu menggunakan BBM ini, namun ada juga masyarakat yang memakai BBM ini. Karena sudah terbukti bahwa masyarakat sadar kualitas dari jenis BBM tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, naiknya harga jenis kedua BBM ini didasari karena naiknya harga minyak dunia yang saat ini mengalami kenaikan.

“Kenaikan itu dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Sebagai gambaran tahun lalu, harga minyak dunia dibawah US$ 50/barel, pada awal tahun ini harga minyak mentah dunia telah melampaui US$ 60/barel,” rincinya.

Leave a Reply

x

Check Also

Inflasi Bawang Merah Tembus 30,75 Persen Pada April 2024

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bawang merah mencapai 30,75 persen secara month-to-month pada April ...