Kenaikan Harga Pertamax di Indonesia Jadi Sorotan Media Asing, Perbandingan dengan Negara ASEAN Mencuat

Berita6 Views

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Indonesia menjadi perhatian sejumlah media asing, khususnya dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Kenaikan harga tersebut dinilai cukup signifikan dan turut memicu perbandingan harga BBM di berbagai negara.

Sejumlah media internasional menyoroti penyesuaian harga Pertamax yang kini mencapai Rp16.250 per liter, naik dari sebelumnya sekitar Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp17.000 per liter.

Media dari negara tetangga Indonesia menyoroti kebijakan penyesuaian harga BBM ini dalam konteks tekanan biaya hidup di kawasan. Kenaikan harga bahan bakar disebut berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap inflasi, terutama pada sektor transportasi dan distribusi barang.

Selain itu, beberapa laporan juga menyoroti bagaimana kebijakan harga BBM di Indonesia masih berada dalam kategori lebih kompetitif dibandingkan sejumlah negara lain di Asia Tenggara, meski mengalami kenaikan cukup tajam dalam satu waktu.

Dalam sejumlah laporan media regional, harga Pertamax di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan beberapa negara seperti Singapura dan Filipina yang memiliki harga BBM jauh lebih tinggi. Namun, Indonesia kini dinilai mulai mendekati level harga negara seperti Malaysia dan Vietnam untuk jenis bahan bakar setara RON 92–95.

Perbandingan ini kemudian menjadi bahan diskusi di media asing yang menilai bahwa dinamika harga energi di kawasan ASEAN sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia, kebijakan subsidi, serta nilai tukar mata uang masing-masing negara.

Pemerintah Indonesia melalui operator energi nasional menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan berdasarkan formula harga yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Pihak terkait juga menyampaikan bahwa dampak inflasi dari kenaikan ini diperkirakan masih terbatas, mengingat Pertamax bukan merupakan bahan bakar subsidi yang digunakan luas oleh angkutan umum.

Meski dinilai terbatas, kenaikan harga BBM tetap memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi. Biaya transportasi harian diperkirakan mengalami penyesuaian, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga barang dan jasa.

Ekonom menilai, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian harga energi.